Di zaman ketika potongan video dan komentar viral dapat menentukan siapa yang dianggap bersalah, ruang pengadilan sering kali hanya menjadi akhir dari vonis yang lebih dahulu dijatuhkan masyarakat. Seorang pengacara menolak menerima keadaan tersebut dan memilih membela orang-orang yang namanya telah dihancurkan oleh tuduhan palsu.
Setiap kasus tampak meyakinkan karena dibangun dari kebohongan yang disusun dengan sangat rapi. Dengan membaca celah dalam kesaksian, menelusuri bukti yang sengaja disembunyikan, dan membongkar pihak yang mengendalikan pemberitaan, ia berusaha mengembalikan kebenaran ke hadapan hukum. Namun, semakin banyak fitnah yang berhasil diungkap, semakin jelas bahwa keadilan dapat diarahkan oleh siapa pun yang mampu menciptakan cerita paling dipercaya.
